Banner Ad

21 Agustus 2016

Pengalaman Pertama Terbang Bersama Citilink, Begitu Berkesan !


Bisa dibilang gue ini tipikal orang yang impulsive, punya duit ga pake mikir panjang, gue langsung aja pesan tiket pesawat buat traveling, maklum efek udah lama ga kemana - mana.

Sebenarnya, jauh hari sebelum gue resign dari tempat kerja, gue udah punya rencana buat liburan ke Bandung, iya..gue belum pernah ke sana sih, liburan sekaligus mau mengunjungi teman lama di sana.


Tanggal 8 Agustus sore, tanpa persiapan apa - apa, gue langsung aja pesan tiket via aplikasi traveloka di handphone untuk tanggal 9, tiket Lombok - Bandung lumayan mahal, akhirnya gue punya akal buat pesan pesawat dari Lombok - Surabaya, kemudian lanjut lagi pakai pesawat lain Surabaya - Bandung.

Liat di aplikasi Traveloka, eeh pucuk dicinta ulam pun tiba, ada tiket lumayan murah, siang hari pakai Citillink. Tanpa pikir panjang, gue pun langsung pesan ! secara murah, ga pake banget sih, dan gue juga belum pernah naik Citilink sebelumnya, jadi besok bakal jadi pertama kalinya gue naik Citilink. Buat yang belum tahu, Citilink ini budget airline anaknya Garuda Indonesia, jadi bolehlah sedikit menaruh harapan untuk pelayanannya.


Pagi, jam 8, gue udah diantar teman ke poll Damri, biar murah aja sih ke Bandara Internasional Lombok, jadi gue milih pakai Damri, cuma 25,000 IDR aja kok tiketnya.

Sekitar 30 menit menunggu di poll Damri, akhirnya bus pun berangkat menuju bandara. Perjalanan sih mulus - mulus aja, memakan waktu hanya 50 menit saja. Begitu tiba di bandara, gue ga langsung masuk ke area lobby, melihat kearah monitor, eeh counter check in belum dibuka, ya iyalah, pesawatnya aja berangkat pukul 12:00 sih, hehe.



Sambil menunggu, gue ngenet dulu di area lobby, lumayan internet gratisan, tiba - tiba perut terasa lapar dan gue pun nyari makan dulu di Solaria. Sekitar pukul 10:30, check in dibuka dan gue langsung ke counter, senyuman dan sapaan dari petugas counter bikin gue semangat lagi.

"boleh request window seat, mas ?", tanya gue.
"boleh mas, sebentar ya", ujar mas - mas petugas counter sembari mengetik sesuatu di komputernya.
"oke, ini boarding pass-nya", lanjutnya sembari menyerahkan boarding pass putih berhias aksen hijau buat gue.


Boarding time masih lama, gue pun berinisiatif ke smoking room dulu. Memang di ruangan satu ini, mata harus siap sepet, isinya asap doang, ya iyalah cyin ! Sembari menghisap batang rokok, gue membayangkan perjalanan yang akan berlangsung kurang lebih selama 9 hari kedepan, udah ga sabar, i'm so excited to begin !

Selesai merokok, gue pun beranjak ke boarding room, suasana rame banget, gue mencari tempat duduk di dekat gate 1 yang akan gue lewati, tampak bersiap di parkiran, pesawat Citilink QG665 yang akan gue naiki parkir di sana dengan gagahnya. Ga lama, pengumuman untuk naik ke pesawat terdengar, gue segera merapat ke Gate dan menyerahkan boarding pass gue untuk dicek.



Gue pun berjalan ke arah garbarata, tapi berhubung tempat duduk gue nomor 25 keatas, gue harus turun ke parkiran dan naik ke pesawat lewat bagian belakang, menggunakan tangga.

"Selamat siang, selamat datang di Citilink", Ramah ucapan pramugari cantik berseragam hijau menyapa gue.
"Terima kasih", balas gue

Oh iya, FYI ya seragam pramugari Citilink merupakan hasil dari kontes desain untuk Citilink yang dilakukan tahun 2011. Seragam didominasi dengan warna hijau dengan sedikit corak putih, dimana hijau adalah warna dasar maskapai dengan harapan memberikan tampilan cerdas, moderen sekaligus mencolok. sehingga kru Citilink akan mudah dikenali di bandara.

Begitu didalam pesawat, segera gue mencari kursi 25F, sengaja gue memilih window seat karena gue memang paling suka pemandangan dari jendela pesawat, pemandangan lautan awan ditambah barisan sawah, gedung, dan jaan raya yang  jauh dibawah sangat menarik untuk diperhatikan. Seat pitch-nya cukuplah untuk ukuran tubuh saya, tidak terlalu lapang memang, tapi tetap nyaman.



Tak lama, setelah menunggu penumpang lainnya, dan akhirnya para penumpang telah datang semua, pesawat mulai di dorong untuk menuju taxy way, sembari taxiing menuju run way, pramugari memberikan peragaan keselamatan yang memang sudah menjadi standart di setiap maskapai. Terkadang hal ini disepelekan oleh sebagian penumpang, tapi alangkah baiknya diperhatikan, jaga - jaga kalau memang ada situasi darurat loh !


oh iya, sebelumnya, ada hal unik yang menjadi ciri khas Citilink, jadi sebelum peragaan keselamatan, pramugari senior mengumumkan nama kapten yang bertugas, cuaca di bandara asal, jarak tempuh, dan perkiraan waktu sampai. Selain itu, pramugari juga memberikan pantun, saya lupa persisnya seperti apa, tapi isinya adalah ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih telah memilih Citilink sebagai partner terbang anda. Woow, hal simple, tapi touchy banget !


Pesawat dengan lancar mencapai runway, tak lama terdengar pilot memberitahukan pramugari untuk standby di take off position, pesawat mencapi ujung landasan dan berputar, mesin peswat menderu kecang dan pesawat mulai bergerak melaju kencang. Perlahan tapi pasti, burung besi itu mulai terangkat, pemandangan dibawah semakin mengecil, tampak dari jendela lautan awan, pesawat berbelok ke arah timur menuju barat, tiba - tiba di samping jendela, tampak pemandangan puncak Gunung Rinjani, diselimuti lautan awan. Sungguh menakjubkan !






Di dalam pesawat, gue juga membaca majalah yang mereka sediakan, Linked nama majalah yang dimiliki dan diterbitkan oleh Citilink. Isinya cukup menarik, majalah yang gue baca waktu itu membahas tentang wisata Indonesia Timur, Kupang dan Pulau Komodo.

Tak lama, pramugari juga menawarkan pelbagai produk minuman dan makanan, tapi sayangnya gue on budget banget, jadi yaah gitu, ga mampu beli, hehe !




Perjalanan berlangsung mulus, walaupun terkadang ada guncangan kecil, tapi tidak terlalu mengganggu, gue nikmati aja sembari mendengarkan lagu di ponsel dan memandang ke arah jendela. Tak lama, terdengar pengumuman dari kapten, memberitahukan situasi cuaca di Surabaya, perkiraan waktu tiba, hingga saat itu kami sedang berada diketinggian berapa. Sekitar 15 menit kemudian, kami sudah tiba diatas Pulau Jawa, pesawat melesat cepat hingga tak terasa waktu landing hampir tiba, tampak dibawah bangunan - bangunan di wilayah perkotaan yang padat. Tiba - Tiba, pesawat menukik miring, gue kaget, rasanya garis horizon berubah posisi dengan ekstrem saat itu !





Pesawat terus menderu hingga akhirnya perlahan tapi pasti ketinggian semakin turun, mulai lebih jelas tampak bangunan dan kendaraan, hingga akhirnya pesawat mencapai runway. Pesawat mendarat dengan mulus, ga terlalu bumpy, dan tak lama kecepatan pesawat semakin berkurang. Pesawat menuju taxy way dan bersiap parkir, pramugari mengingatkan untuk tetap duduk dan sabuk pengaman tetap terpasang, tak lupa juga mereka kembali mengucapkan pantun, pantun perpisahan yang cukup kocak, walau gue lupa persis kalimatnya seperti apa.




Setelah turun dari pesawat dan tiba di kedatangan gue segera mencari tempat pengambilan bagasi dan mengantri. Terima kasih Citilink, pengalaman pertama terbang bersama Citilink sungguh berkesan. Overall, pelayanan sangat memuaskan, pramugari selalu melayani dengan senyuman dan profesional, kursi pesawat nyaman dan lega *untuk ukuran gue yaa*. Rekomen deh buat dicoba selanjutnya, tapi semoga ada diskon ya #eh

Quick info : Citilink menempati terminal 1A di Bandara Internasional Juanda, Citilink memang menggunakan Bandara Juanda sebagai hub penerbangan mereka. Citilink melayani 23 rute domestik. Harga tiket termasuk bagasi, tapi tidak untuk makanan dan minuman *udah murah ngarepnya banyak*



12 Maret 2016

Petualangan Sehari Menuju Semeti

Long weekend kemarin, dari pada mati gaya ga kemana - mana, gue dan kawan - kawan memutuskan untuk jalan - jalan sehari semalam, berkemah  ke Pantai Semeti, by the way pernah dengar nama pantai Semeti ga sih sebelumnya ? 

Pantai Semeti terletak di daerah Lombok Tengah, dekat dengan Selong Belanak. Menuju ke sana, bisa dengan kendaraan pribadi, motor atau mobil, dengan lama perjalanan dari Mataram 1 jam 30 menit hingga 2 jam, tergantung kecepatan anda membawa kendaraan. Melewati Bypass menuju Bandara Internasional Lombok, sebelum nantinya berbelok menuju Desa Mangkung hingga tembus ke daerah Mawi dan Selong Belanak.

rute menuju Semeti

Memasuki jalanan terakhir menuju Pantai Semeti, sekitar 30 menit terakhir, kondisi jalannya sangat jelek ! beruntung kami ke sana saat tidak ada hujan turun, kalau tidak ntah bagaimana nasib kendaraan kami. Oh iya, sebelum memasuki jalan tersebut, sediakan uang 5ribu rupiah buat yang membawa motor dan 10ribu rupiah bagi mobil, ntah pungutan itu digunakan untuk apa, kami tidak tahu.

Jalan tanah menuju Semeti

Urusan parkir kendaraan, dekat dari pantai hanya ada 1 gubuk sederhana milik petani jagung yang berdiam disana, disanalah kendaraan kami titipkan. Suasana pantai ini sendiri sangat sepi, jauh dari keramaian. Pastikan sebelumnya anda yang ingin ke Semeti menyiapkan perbekalan, karena tak ada warung satupun disana.

Welcome To Semeti !

Setelah urusan parkir selesai, kami segera menuju pantainya, pemandangan di pantai Semeti ini cukup unik, salah satu sudutnya membentuk teluk yang dikelilingi oleh bukit berbatu, batuan -batuan yang ada seperti membentuk deretan tembok alami yang memecah ombak.





Pemandangan Sekitaran Semeti, Cantik Kan ?

Disisi lainnya terbentang garis pantai yang berpasir putih, ombak di pantai ini lumayan besar, cocok buat latihan surfing bagi pemula. Siang itu, kami hanya bertemu 2 orang bule yang sedang asyik bermain dengan papan surfing mereka.



Sisi pantai yang berpasir dan aman untuk main surfing atau main air


Tak banyak kegiatan yang kami lakukan selain berfoto, main air, dan latihan bouldering (pemanjatan tebing jalur pendek) ! yup, tebing yang ada di Pantai Semeti ini, batuannya solid dan mempunyai banyak cacat tebing (rekahan, tonjolan, lubang) yang bisa dipakai untuk pijakan dan pegangan bagi pemanjat. Bentukan tebingnya pun tidak seratus persen 90 derajat, tapi agak menjorok sedikit kedalam.




Bouldering di Semeti


Potensi untuk pembuatan jalur panjat tebing di Semeti sangat besar, selain batuannya yang solid, tinggi tebingnya cukup beragam dari 8 meter hingga 70 meter, dengan bagian tebing paling lebar hingga 50 meter, pokoknya surga banget deh bagi pemanjat tebing !

Puas bermain - main di tebing, gue dan kawan - kawan menanti sunset, sungguh sunset di Semeti ga kalah cakep dengan sunset di pantai - pantai lainnya, langit yang perlahan berganti warna menjadi jingga keunguan, dikejauhan mulai tampak lampu - lampu kapal para nelayan, wiih pokoknya keren banget deh !



Foto Yoga Ala - Ala dan Sunset Yang Cakep Abis !

Malamnya kami bermain kartu di luar tenda, beratapkan langit yang cerah banget, nampak banyak sekali bintang diatas kepala kami. Sungguh indah ! polusi cahaya belum menjangkau wilayah ini, makanya banyak bintang yang bisa terlihat.

Potensi Pantai Semeti memang banyak, tapi sayangnya pemerintah daerahnya seperti menutup mata, padahal jika akses, fasilitas, serta keamanan di sana diperbaiki dan ditingkatkan, bukan tidak mungkin banyak yang akan menjadikan Semeti pilihan tujuan mereka, lumayan kan membantu perekonomian warga sekitar dan menambah kas daerah kalau banyak wisatawan yang berkunjung ke sana.


Morning, Semeti !

Malam berganti pagi, gue bangun cukup pagi sekitar pukul 6, dan matahari masih malu menampakkan diri, pemandangan pagi juga ga kalah cakep ! barisan bukit yang masih tertutup kabut tipis, warna langit yang gelap perlahan mulai terang, dan udara pagi yang mulai menghangat, mengingatkan gue kalau pagi itu gue harus balik duluan ! yaah, liburan telah usai, dari ujung selatan Lombok, gue harus segera balik menuju utara, menuju Gili buat kerja lagi, haduuuh jauh kali cari duitnya :)

Perjalanan pulang, yang awalnya berjalan lancar, akhirnya gue kena sial ! 2 kali ban motor bocor dan perlu ditambal, mana tukang tambalnya jauh banget ! dan juga gue kehabisan bensin, untung aja banyak tukang bensin eceran. Lucunya, tukang bensin eceran ini punya penampakan yang lucu, mereka menamakan gerobak Pertamini, plesetan dari pertamina !

PERTAMINI ! :)

Perjalanan dan liburan menuju Semeti sebanding dengan rasa puas yang gue dapat, eh sebanding juga dengan capeknya sih !



13 Februari 2016

Kemana Lagi Kita Berjalan, Kawan ?

If you want to go quickly, go alone. If you want to go far, go together. ~ African proverb

Dalam hidup ini ini, banyak hal yang patut gue syukuri, salah satunya, gue punya sahabat - sahabat yang sangat menyenangkan dan benar - benar mengisi hidup gue.

Persahabatan kami sudah berlangsung lebih dari 7 tahun, kenal semenjak SMP dan akrab saat berlanjut di SMA, terlebih saat SMA kami satu angkatan di ekskul Pencinta Alam.

Tipikal sahabat - sahabat gue cukup beragam, ada yang easy going hobi ngebanyol dan ada juga yang seriusnya minta ampun. Dalam hal ngobrol - ngobrol, kami juga cukup absurd, semua topik bisa kami obrolkan dalam satu waktu, mulai dari bicarain idol grup, bicarain anime yang lagi hits, sampai bicarain rencana nikah dan hukum waris juga dijabanin ! tapi, satu hal yang pasti, sahabat - sahabat gue itu seru  diajak traveling dan "gila - gilaan" bareng !

TWA Kerandangan

Sewaktu SMA, saking impulsivenya kami, kami pernah loh, pergi kemping sabtu - minggu, tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu, langsung hajar aja berangkat dari sekolah. Dengan bekal seadanya, kami berangkat menuju Air Terjun Putri Kembar di Hutan Wisata Alam Kerandangan di daerah Senggigi, berangkatnya sore hari kami hanya membawa 2 motor untuk dipakai berlima ! kalau dipikir - pikir, mungkin kami dulu mirip cabe - cabean naik motor bonceng tiga, tanpa helm, dan bawa carriel ! naasnya lagi, kami nyasar di hutan saat mau menuju air terjun, wajar sih, karena sebenarnya diantara kami berlima belum pernah ada yang ke sana sebelumnya. Tapi, bukannya panik, kami justru ketawa - ketawa aja menyadari kebodohan kami :)

Air terjunnya kecil :)


Sekali waktu, kami mengulangi perjalanan impulsive kami, kali ini lebih banyak pasukannya, kala itu, kami berencana kemping sabtu - minggu di Pos 2 Rinjani ! memang kedengarannya, pilihan lokasi yang aneh buat kemping sabtu - minggu. Perjalanan kami dihiasi dengan hujan gerimis, awalnya sih masih semangat ketawa - ketawa bareng, fotoan, tapi begitu setengah perjalan, semua sudah diam, capek ! alhasil, target menuju pos 2 tidak terpenuhi, kami cukup sampai di Pos 1 saja. Nah, kala itu, kami tidak membawa tenda, hanya berbekal flysheet dan perlengkapan masak beserta logistik saja, karena rencananya kami akan menggunakan shelter plus flysheet untuk tidur, tapi ternyata....shelternya rubuh! kami cuma bisa planga - plongo, diam, sampai akhirnya ketawa bareng mikirin betapa naasnya kami akan tidur malam itu.

Entah lagi liat apaan ini :)
 


Pernah juga kami melakukan road trip, sewaktu bapak sahabat gue beli mobil baru, kala itu kami berencana keliling Lombok, mulai dari Mataram - Desa Sade - Pantai Kuta dan sekitarnya - Selong - Pantai Cemara - Pantai Pink - Senaru - Air Terjun Gangga - Mataram lagi. Mobil saat itu diisi bertujuh, belum dengan perbekalan kami, kebayang banget kan penuhnya kaya gimana ?! tapi, memang dasar kami slownya kebangetan, yaudah jabanin aja. Total 2 hari kami melakukan road trip. Yang bikin road trip ini agak konyol sebenarnya alasan kenapa kami melakukannya, alasannya sih survey buat paket wisata, alasan terselubung lainnya buat test drive mobil baru sama cari stok foto buat diupload di sosmed :D



Road Trip Edition


Perjalanan keluar daerah juga pernah kami lakoni, kebetulan saat itu gue menang voucher tiket pesawat dari Skyscanner, maka gue ajaklah 2 orang sahabat gue buat jalan - jalan ke Jogja. Perjalanan kali itu, merupakan pertama kalinya buat mereka menggunakan pesawat terbang. Kejadian konyol pertama terjadi di Bandara Internasional Lombok, saat melewati mesin scanner, tas sahabat gue ditahan! ternyata, gegara dia bawa duit recehan banyak banget dimasukin di satu bungkus tabung kecil, sama petugas dikirain detonator kali ya ?! tasnya dimasukin lagi, eh masih ditahan lagi, gegara ada obeng panjang banget di tasnya ! alasannya, "sorry, pas packing baru pulang dari lab elektro, lupa dikeluarin obengnya, hehehe", koplak !

Boarding
 
Bye Lombok !
Best Friends
Bersama kawan lainnya

Perjalanan pulang dari Jogja pun tak lepas dari masalah kecil, kami hampir ketinggalan pesawat karena terlalu santai ke bandara ! kami penumpang terakhir yang masuk ke pesawat, kebayangkan kan rasanya diliatin penumpang - penumpang lainnya. Pesawat kami mendarat dengan mulus di Bali, jam 11 malam. Kami mendarat di Bali, karena sewaktu pesan tiket, yang ke Lombok habis. Mendarat di Bali, dengan duit pas - pasan, kami pun berjalan kaki dari terminal kedatangan menuju luar bandara, dalam pikiran kami dekat gini, ngapain buang duit pakai taksi. Dan ternyata, 30 menit berjalan kaki kami  baru sadar kalau kami salah besar,  jauuuuuh banget ternyata jalan kakinya!

Habis lelah jalan kaki


Sahabat - sahabat gue emang asyik kalau diajak jalan, tapi apa kami selalu jalan bareng ? ga juga, kadang kami jalan sendiri - sendiri aja, pernah satu waktu mereka jalan - jalan ke Sumbawa dan gue ga ikut, sedih sih, tapi kami ga saling memaksa semua harus ikut jalan bareng. Kami cukup tahu kalau yang ga bisa ikut, pasti sedang ada kesibukan yang ga bisa ditinggalkan.

Selama perjalanan apa hanya senang - senang aja, ga pernah berantem? perjalanan kami sih, bukannya ga pernah ada ributnya sih, ribut pernah, tapi bukan dalam skala yang besar kok. Paling banter ribut masalah schedule, ribut masalah mau makan dimana, ribut pun kami ga lama, ga pernah masuk ke hati yang paling dalam. Kalau sampai berantem pun, langsung kami omongin saat itu juga biar selesai dan perjalanan kembali menyenangkan.

Tapi, saat ini kami mulai sibuk dengan kehidupan masing - masing, bukan dalam artian berpisah dan ga pernah ketemu, tapi ada tanggung jawab lain yang membatasi kebersamaan kami. Gue kerja, ada yang udah nikah, satu lagi sibuk skripsi, yang lain juga sibuk ngejar kuliah. Tapi, kalau sudah kangen ngumpul, kami langsung atur jadwal ketemu dan ngumpul, ntah di rumah salah satu dari mereka atau di warung kopi yang punya free wifi, hehe. Oh iya, hal paling absurd terakhir kali yang kami lakukan bersama adalah bakar - bakar ikan dalam rangka tahun baruan, tapi di tanggal 4 Januari, karena hanya ditanggal itulah kami dapat kumpul samaan, haha !

Untuk sahabat - sahabat gue, kalian memang gila, kadang menyebalkan dan sedikit sarkas, tapi gue tahu kalianlah yang paling tulus. Kita selalu ada dan support satu sama lain, walaupun kadang hanya sempat hadir via chat atau telepon.

Scan Foto jadul diambil saat kelulusan sekolah tahun 2007, di atas Wall Climbing SMA,mungkin harus buat ulang lagi yak? :)


Hey kalian ! kemana lagi kita akan berjalan bersama ?


Be Traveler,Be Smart,Be Responsible
photograph @reymaulana


Postingan ini dibuat dalam rangka Postbar Indonesia Travel Blogger dengan tema TRAVELMATE.
Baca juga postingan lainnya dari teman - teman Indonesia Travel Blogger disini :

1. Shabrina – 14 Signs You Found The Perfect Travel Mate
2. Astin Soekanto – Travelmate, Tak Selalu Harus Bareng Terus Traveling Kemana-mana
3. Parahita Satiti – #UltimateTravelmate: Rembulan Indira Soetrisno
4. Dea Sihotang – Hindari 7+1 Hal Ini Saat Sedang Ingin Cari Teman Jalan
5. Titiw Akmar – 10 Alasan Mengapa Suami Adalah Travelmate Terbaik
6. Mas Edy Masrur – Istriku Travelmate-ku
7. Olive Bendon – My Guardian Angel
8. Leo Anthony – Travelmate(s), It’s Our Journey
9. Indri Juwono – Si Pelari Selfie, sebut saja namanya Adie
10. Rembulan Indira – Ultimate Travelmate : Kakatete
11. Karnadi Lim – Teman Perjalananku dan Kisahnya
12. Rey Maulana – Ke Mana Lagi Kita Berjalan, Kawan?
13. Atrasina Adlina – Menjelajah Sebagian Ambon Bareng Bule Gila
14. Richo Sinaga – My Travelmate, Pria Berjenggot dengan Followers 380K
15. Puspa Siagian – Travelmate : GIGA
16. Sutiknyo Tekno Bolang – Mbok Jas Teman Perjalanan Terbaik
17. Taufan Gio – Travelmate Drama, Apa Kamu Salah Satunya?
18. Lenny Lim – 3 Hal Tentang Travel-Mate
19. Matius Nugroho – 3 Host, 3 Negara, 3 Cerita
20. Wisnu Yuwandono – Teman Menapaki Perjalanan Hidup
21. Fahmi Anhar – Teman Perjalanan Paling Berkesan
22. Liza Fathia – Naqiya is My Travelmate
23. Imama Insani – Teman Perjalanan
24. Putri Normalita – My Unbelieveble Travelmate
25. Vika Octavia – Sesaat Bersama Supardi 

Postingan Gue